Kamis, 09 Maret 2017

Komunikasi Dengan Orang Baru

Berkomunikasi Dengan Orang Baru

Komunikasi merupakan media paling penting dalam berinteraksi dalam masyarakat. Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. dengan berkomunikasi manusia dapat menyampaikan pendapatnya dan mengekspresikan segala perasaan kepada orang lain. Tetapi banyak orang yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan dirinya dan memilih untuk memendamnya sendiri.
Kemampuan komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam sebuah lingkungan baru agar dapat terjalin suatu hubungan yang baik. Sedangkan kemampuan komunikasi setiap orang sangat berbeda, ada yang mudah berkomunikasi dengan orang baru dan ada yang sulit untuk berkomunikasi dengan orang baru bahkan dengan orang yang sudah dikenal pun masih tetap malu. Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan lingkungan baru, itu dapat menyebabkan ketidak nyamanan bagi mereka sendiri.
Terkadang orang merasa bingung dan canggung saat berhadapan dengan orang yang baru kita kenal. Namun, bagi saya pribadi itu mudah untuk menjalin komunikasi dengan orang baru. Seperti pada waktu saya di rumah sakit untuk menunggu pakde, saya bertemu ibu-ibu di depan left pada saat saya ingin naik ke ruangan. Ibu tersebut bingung, lalu saya menghampiri ibu tersebut dan menanyakan kenapa kelihatan bingung. Ternyata beliau mau naik tapi takut nggak bisa keluar dari left soalnya pernah dengar kabar kalau ada orang terjebak di left dan tidak bisa keluar lalu meninggal di left maka nya beliau sangat takut. Maka dari itu saya membantu ibu tersebut untuk naik left dan mengantarkannya sampe kamar dimana beliau menunggu saudaranya. Dan ternyata kamarnya berseberangan dengan kamar pakde saya. Beliau tersebut bernama Ibu Rajinem, akhirnya saya dan beliau sering ngobrol dengan asyik. Saya mengakui kalau berkomunikasi dengan orang yang lebih tua dari saya justru malah nyambung. Entah kenapa memang benar, naluri saya jika ngobrol dengan orang tua itu lebih nyaman.
Bukan hanya itu, saat semester 5 juga ada tugas dan kejadian yang berhubungan dengan berkomunikasi dengan orang baru. Mata kuliah Kemitraan dan Komunikasi Bisnis yang saat itu ditugaskan untuk mencari perusahaan yang mempunyai mitra kerja dengan perusahaan atau orang lain kemudian mewawancarainya. Waktu itu saya memilih PT. Natural Nusantara (PT.NASA) yang berada di Jl. Ringroad Barat. Seperti biasa sebelum melakukan wawancara, kita harus menghubungi pihak PT nya untuk meminta izin guna wawancara untuk memenuhi tugas tersebut. Kemudian saya diberitahu teman saya untuk menghubungi Bapak Hakim. Beliau adalah Humas dari PT. Nasa yang biasanya menerima tamu untuk wawancara ataupun kontrak kerja. Pertamanya saya menghubungi beliau lewat WA (WhatsApp) untuk meminta izin wawancara. Pada saat menghubungi beliau, beliau sangat ramah dan saya fikir bahwa bapak Hakim orangnya welcome. Ternyata benar, pada saat kesana saya dan teman-teman sekelompok disambut dengan ramah oleh beliau. Dan bahkan beliau sangat antusias menjelaskan apa yang kita tanyakan. Sampai sekarangpun beliau masih ingat dengan saya pada saat saya menghubungi beliau lagi untuk memenuhi tugas lain yang berhubunagan dengan PT Nasa. Dari situlah tercipta komunikasi yang baik meskipun dengan orang yang baru saya kenal.

Menurut saya komunikasi dengan orang baru itu mudah tergantung bagaimana kita menyikapi dan mengerti apa maunya orang yang sedang berkomunikasi dengan kita tersebut. Biasanya saya memulai komunikasi dengan cara menanyakan sesuatu hal kepada orang baru dan disitulah terjadi komunikasi yang menurut saya itu mudah, menyenangkan dan bahkan kita dapat mengenal karakter sesorang dengan cara berkomunikasi atau ngobrol. Karena dengan komunikasi yang baik maka terciptanya hubungan yang baik pula meskipun dengan orang yang baru kita kenal. 😊😊😊

TEORI KONSELING

TEORI-TEORI KONSELING

1.      Teori yang Berpusat Pada Klien
Menurut Rogers, konstruk inti konseling berpusat pada klien adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau perwujudan diri. Dikatakan bahwa konsep diri atau struktur diri dapat di pandang sebagai konfigurasi konsepsi yang terorganisasikan tentang diri yang membawa kesadaran.
Proses Konseling
Pendekatan yang berpusat pada klien menggunakan sedikit teknik, akan tetapi menekankan sikap konselor. Teknik dasar adalah mencakup, mendengar, dan menyimak secara aktif, refleksi, klarifikasi, “ being here” bagi klien.
2.      Teori Trait & Factor
Konseling dengan pendekatan trait and factor mengarahkan (directive counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan perilakunya kepada pemecahan kesulitannya. Maka konseling yang directive ini disebut pula counseling centered atau konseling yang berpusat pada konselor. Dan konseling semacam inilah yang banyak dilakukan di sekolah-sekolah baik diluar negeri maupun di Indonesia.
Menurut teori ini, kepribadian merupakan suatu sistem sifat atau suatu factor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan, minat, sikap, dan temperamen. Perkembangan kemajuan individu mulai dari masa bayi hingga dewasa diperkuat oleh interaksi sifat dan factor. Hasil yang mendasar bagi konseling sifat dan factor adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya.


Proses Konseling
a.       Tahap Analisis yaitu tahap dimana konselor mengumpulkan data-data dan informasi yang berhubungan dengan klien segubungan dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh penyesuaian diri, baik untuk masa sekarang maupun yang akan dating.
b.      Tahap Sintesis yaitu tahap yang dimana konselor mengatur dan merangkum data dari hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat, kekuatan, kelemahan dan kemampuan penyesuaian diri klien.
c.       Tahap Diagnosis yaitu tahap menarik kesimpulan logis dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi klien. Terdapat 3 keggiatan yaitu mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah dan prognogis.
d.      Tahap Konseling yaitu tahap dimana konsrling dapat dipandang sebagai proses pemerian bentuan, tetapi juga dapat dipandang sebagai salah satu proses onseling. Pada tahap ini dilakukan pengembangan alternative pemecahan masalah, pengujian alternative dan pengambilan keputusan.
e.       Tahap Prognosis yaitu proses yang tidak terpisahkan dari diagnosis karena berkaitan dengan upaya memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan data yang ada.

3.      Teori Psychoanalysis Teraphy
Seorang tokoh yang bernama Sigmund Freud (6 Mei 1856 – 23 September 1939), ia adalah seorang neurolog Austria dan pendiri aliran psikoanalisis dalam psikologi, gerakan yang memopulerkan teori bahwa motif tak sadar mengendalikan sebagian besar perilaku. Dalam menyembuhkan penderita tekanan psikologis, Freud menemukan metode pertama asosiasi bebas adalah metode yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang ditekan oleh diri seseorang namun terus mendorong keluar secara tidak disadari hingga menimbulkan permasalahan. Kedua analisis mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan, dan berbagai macam aktifitas emosi lain, hingga aktifitas emosi yang sama sekali tidak disadari.
Proses Konseling
Dalam konseling psikoanalitik ini konselor diharapkan dapat membentuk kembali struktur karakter individu dengan membuat yang tidak sadar menjadi sadar, antara lain:
Ø  Proses konseling dipusatkan pada usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak.
Ø  Konseling analitik menekankan dimensi afektif dalam membuat pemahaman ketidak sadaran.
Ø  Mengasosiasikan antara perasaan dan ingatan dengan pemahaman diri.
Ø  Satu karakteristik psikonalisa adalah bahwa analisis bersikap anonim (tak dikenal) dan bertindak sangat sedikit menunjukkan perasaan dan pengalamannya.
Ø  Konselor harus membangun hubungan kerja sama dengan klien.
Ø  Menata proses terapeutik yang demikian dalam konteks pemahaman struktur kepribadian dan psikodinamika memungkinkan konselor merumuskan masalah klien secara sesungguhnya.
Ø  Klien harus menyanggupi dirinya sendiri untuk melakukan proses jangka panjang.
Ø  Setelah beberapa kali pertemuan kemudian klien melakukan kegiatan asosiasi bebas yaitu klien mengatakan apa saja yang terlintas dalam pikirannya.

4.      Teori Terapi Gestalt
Konsep dasar Gestalt lebih menekankan pada apa yang dialami oleh klien saat ini daripada hal-hal yang pernah dialami oleh klien, dengan kata lain, Gestalt lebih memusatkan pada bagian klien berperilaku, berpikiran, dan merasakan pada situasi saat ini sebagai usaha untuk memahami diri daripada mengapa klien berperilaku seperti itu.
Proses Konseling
Tujuan utama konseling Gestalt adalah meningkatkan proses pertumbuhan klien dan membantu klien mengembangkan potensi manusiawinya. Fokus utama dalam konseling Gestalt adalah membantu individu melalui transisinya dari keadaan yang selalu dibantu oleh lingkungan ke keadaan mandiri. Konsep utama terapi Perls adalah Perls menyatakan bahwa individu, dalam hal ini manusia, selalu aktif sebagai keseluruhan. Setiap individu bukan semata-mata penjumlahan bagian-bagian atau organ-organ seperti hati, jantung, otak, dan sebagainya. Melainkan merupakan suatu koordinasi semua bagian tersebut.
Garis-garis besar terapi Gestalt, diantaranya:
ü  Fase pertama: membentuk pola pertemuan terapeutik agar tercapai situasi yang memungkinkan perubahan-perubahan yang diharapkan pada klien.
ü  Fase kedua: yang harus dilakukan pertama menimbulkan motivasi pada klien. Kedua menciptakan raport yaitu hubungan baik antara konselor dan klien agar timbul rasa percaya klien bahwa segala usaha konselor itu disadari benar oleh klien untuk kepentingannya.
ü  Fase ketiga: klien didorong untuk mengatakan perasaan-perasaannya pada pertemuan-pertenuan terapi saat ini, bukan menceritakan masa lalu atau harapan-harapan masa datang.
ü  Fase terakhir: klien harus memiliki ciri-ciri yang menunjukkan integritas kepribadiannya sebagai individu yang unik dan manusiawi. Klien harus memiliki kepercayaaan pada potensinya

5.      Teori Konseling Rational Emitive Therapy (R.E.T)
Konsep dasar teori ini adalah bahwa pola berpikir manusia itu sangat dipengaruhi oleh emosi, demikian pula sebaliknya. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan atau sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrisik. Sedangkan pikiran-pikiran seseorang dapat menjadi emosi seseorang dan merasakan sesuatu dalam situasi tetentu pikiran seseorang (Surya, 1988).
Secara umum ada dua prinsip yang mendominasi manusia, yaitu pikiran dan perasaan. TRE beranggapan bahwa setiap manusia yang normal memiliki pikiran, perasaan, dan perilaku yang ketiganya berlangsung secara simultan. Pikiran mempengaruhi perasaan dan perilaku, perasaan mempengaruhi pikiran dan perilaku dan perilaku mempengaruhi pikiran dan perasaan.
Proses Konseling
Tujuan konseling Rational-Emotif antara lain:
ü  Memperbaiki dan merubah sikap, persepsi, cara barpikir, keyakinan serta pandangan-pandangan klien yang irasional dan tidak logis menjadi rasional dan logis.
ü  Menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti: rasa takut, rasa bersalah, rasa berdosa, rasa cemas, merasa was-was, dan rasa marah.

6.      Teori Konseling Behavioristik
Teori ini dikembangkan oleh Arnold Lazarus (lahir 1932). Dalam konsep bahavioral, perilaku manusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. Pada dasarnya, proses konseling merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memecahkan masalahnya.
Tugas konselor terhadap klien dalam teori behavioral ini adalah mengaplikasikan prinsip dan mempelajari manusia untuk memberi fasilitas pada penggantian perilaku maladaptif dengan perilaku yang lebih adaptif. Yaitu menyediakan sarana untuk mencapai sasaran klien, dengan membebaskan seseorang dari perilaku yang mengganggu kehidupan yang efektif sesuai dengan nilai demokrasi tentang hak individu untuk bebas mengejar sasaran yang dikehendaki sepanjang sasaran itu sesuai dengan kebaikan masyarakat secara umum (Corey, 1995).
Proses Konseling
Menurut Krumboltz dan Thoresen (Shertzer & Stone, 1980) konseling behavior merupakan suatu proses membantu orang untuk memecahkan masalah interpersonal, emosional dan keputusan tertentu. (Muhammad Surya, 2003:23)
Metode yang dapat digunakan adalah:
ü  Pendekatan operant learning hal yang penting adalah penguatan (reinforcement) yang dapat menghasilkan perilaku klien yang dikehendaki.
ü  Metode Unitative Learning atau social modeling diterapkan oleh konselor dengan merancang suatu perilaku adaptif yang dapat dijadikan model oleh klien.
ü  Metode Cognitive Learning atau pembelajaran kognitif merupakan metode yang berupa pengajaran secara verbal, kontrak antara konselor dan klien, dan bermain peranan.
ü  Emotional Learning atau pembelajaran emosional diterapkan pada individu yang mengalami suatu kecemasan.

7.      Teori Konseling Humanistik
Psikologis Humanistik, Carl Rogers berpendapat bahwa : manusia itu pada dasarnya memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya ketujuan yang positif. Manusia itu rasional, oleh karena itu dalam berbagai hal ia dapat menentukan nasibnya sendiri. Ini berarti bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan, mengatur, dan mengontrol dirinya sendiri apabila diberikan kesempatan untuk berkembang. Dunia manusia adalah dunia kemungkinan (a process of becoming), dan ini berjalan terus menerus tidak pernah selesai. Jadi manusia itu sendirilah menggerakkan dirinya kearah mana yang diinginkan.
Pendekatan humanistik menyatakan bahwa diri terdiri dari konsep-konsep unik untuk diri kita sendiri komponen. Konsep- konsep tersebut antara lain :
ü  Cukup layak (atau harga diri) yaitu apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Rogers percaya perasaan harga diri yang dikembangkan pada anak usia dini dan terbentuk dari interaksi anak dengan ibu dan ayah.
ü  Citra diri yaitu bagaimana kita melihat diri kita, yang penting untuk kesehatan psikologis yang baik. Citra diri termasuk pengaruh gambar tubuh kita pada kepribadian batin. Pada tingkat sederhana, kita mungkin menganggap diri sebagai orang baik atau buruk, indah atau jelek. Citra diri memiliki mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir merasa dan berperilaku di dunia.
ü  Ideal diri yaitu ingin menjadi seperti apa diri kita. Ini terdiri dari tujuan kita, ambisi dalam hidup, dan dinamis - yaitu selamanya berubah. Yang ideal diri pada anak bukanlah diri ideal di usia remaja kita atau akhir usia dua puluhan dll








KESIMPULAN

Ada banyak macam teori konseling, diantaranya yaitu:
a.      Teori yang berpusat pada klien adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau perwujudan diri. Dikatakan bahwa konsep diri atau struktur diri dapat di pandang sebagai konfigurasi konsepsi yang terorganisasikan tentang diri yang membawa kesadaran.
b.      Teori Konseling dengan pendekatan trait and factor mengarahkan (directive counseling), karena konselor secara aktif membantu klien mengarahkan perilakunya kepada pemecahan kesulitannya.
c.       Menurut Sigmund Freud Teori Psychoanalysis Teraphy gerakan yang memopulerkan teori bahwa motif tak sadar mengendalikan sebagian besar perilaku.
d.      Konsep dasar Gestalt lebih menekankan pada apa yang dialami oleh klien saat ini daripada hal-hal yang pernah dialami oleh klien, atau lebih memusatkan pada bagian klien berperilaku, berpikiran, dan merasakan pada situasi saat ini sebagai usaha untuk memahami diri daripada mengapa klien berperilaku seperti itu
e.       Teori Konseling Rational Emitive Therapy (R.E.T) Konsep dasar teori ini adalah bahwa pola berpikir manusia itu sangat dipengaruhi oleh emosi. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan atau sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrisik
f.       Teori Behavioral yaitu merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memecahkan masalahnya.
g.      Pada Teori Konseling Humanistik, Carl Rogers berpendapat bahwa : manusia itu pada dasarnya memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya ketujuan yang positif.


Sumber :



Selasa, 21 Oktober 2014

Pertanian Buah Pepaya

Pertanian Pepaya

 Pepaya California
 
 Budidaya Pepaya California
Pepaya California mempunyai keunggulan tersendiri. Buah pepaya California itu lebih manis,tahan lama dan dapat di panen lebih cepat. pepaya ini tumbuh subur bila ditanam di daerah yang mempunyai ketinggian 300 hingga 500 m pdl. pohon pepaya sebaiknya di tanam dengan jarak 2,5 m x 2 m. untuk lahan satu hektare bisa ditanami 1500 hingga 1700 pohon Pepaya California.yang lebih penting lagi adalah pada saat pemupukan. Pemupukan dilakukan tiap 3 bulan sekali.

sumber : http://adakportal.com/prospek-budidaya-pepaya-california-yang-menguntungkan/


Pepaya Bangkok
 
 pepaya bangkokPepaya bangkok dari tahun 1980an sudah ada dan dijual-belikan hingga sekarang. Sebelumnya namanya bukan pepaya bangkok namun terkenal dengan pepaya jingga. Berkisar tahun 1995an pepaya jingga ini sudah kurang laku lagi dikarenakan genetika benih sudah banyak perubahan. Warna dagingnya sudah kurang merah dan jika pepaya sudah masak dagingnya lembek.

sumber : http://agrobuah.com/benih-pepaya-bangkok-hasilnya-masih-unggul-hingga-sekarang/.HTML


Pepaya Cibinong
Pepaya Cibinong mempunyai ciri tersendiri, yakni buah yang masak terlihat pada warna kulit buahnya. Warna kulit buah bagian ujung umumnya kuning, namun bagian yang lain terus hijau. Bentuk buahnya panjang dengan ukuran besar. Bobot tiap-tiap buah rata-rata 2, 5 kg. Pangkal buah kecil lalu membesar dibagian Tengah serta melancip dibagian ujungnya. - permukaan kulit buah agak halus namun tidak rata. daging buah berwarna merah kekuningan. kelebihan yang lain adalah terasa manis dan segar, teksturnya keras, serta tahan sepanjang pengangkutan

sumber : http://kulinermedia.blogspot.com/2013/04/4-jenis-pepaya-paling-populer.html

Pepaya Hawai

Pepaya yang datang dari Kepulauan Hawaii ini masuk dalam kategori pepaya solo. Pepaya solo berarti pepaya yang habis dimakan cuma untuk satu orang. Oleh dikarenakan itu, bisa dipastikan kelebihan pepaya ini adalah ukurannya yang kecil. Bobot buahnya cuma lebih kurang 0, 5 kg. Memiliki bentuk agak bulat atau bulat panjang. Kulit buah yang sudah masak berwarna kuning cerah. daging buahnya agak Tebal, berwarna kuning, serta terasa manis segar.


sumber :  http://kulinermedia.blogspot.com/2013/04/4-jenis-pepaya-paling-populer.html


Pepaya Gunung

Pepaya Gunung dikenal dari daerah Wonosobo Jawa Tengah. Jenis pepaya ini kemudian populer di masyarakat dengan sebutan carica. Sebenarnya jenis ini mulanya didatangkan dari dataran tinggi andes, Amerika Selatan. Tanaman pepaya gunung pohonnya kecil dengan tinggi rata-rata 1 hingga 2 meter. Perbedaan mendasar dengan jenis lainnya, pohon pepaya gunung memiliki cabang bertingkat. Buah pepaya gunung berupa bulat telur dengan ukuran panjang 6-10 cm serta diameter 3-4 cm. Buah masak berupa telur sungsang dengan ukuran 6-15 cm kali 3-8 cm, dagingnya keras, berwarna kuning-jingga, terasa agak asam namun harum, di sekitar rongganya ada banyak sekali biji yang terbungkus oleh sarkotesta yang putih serta berair. Buah yang belum masak mempunyai kulit yang berwarna hijau gelap serta dapat beralih jadi kuning sesudah masak. Meski kalah populer di pasaran dengan jenis lain seperti California dan Bangkok, pepaya jenis ini memiliki eksklusifitas sendiri. Penjualannya biasanya sudah dikemas dalam wadah dan buahnya sudah dibuat manisan. 

Sumber : http://kulinermedia.blogspot.com/2013/04/4-jenis-pepaya-paling-populer.html





Pertanian dan kebijakan pemerintah

Pertanian dan Kebijakan Pemerintah

Siapa yang tidak menganal Negara Republik Indonesia? Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam dan Tanah nya yang subur dan menjajikan bagi warganya yang saat ini sudah mencapai 247 juta jiwa. Kita hidup di Negara yang cukup besar jumlah manusianya, cukup besar wilayah darat, apalagi lautnya, cukup besar sumber daya fauna, apalagi floranya, cukup besar kandungan harta di bawah tanah, di darat dan dilautnya, serta berkecukupan panas dan air sepanjang tahun, yang semua itu merupakan kasih sayang dari yang Maha Kuasa kepada kita semua (Sjamsoe’oed Sadjad,2011).

Dapat saya pastikan tidak ada Negara yang tidak mengenal Indonesia terutama dalam hal pertaniannya. Realitas objektif yang tidak tersangkalkan adalah bahwa 70 persen rakyat kita masih bermukim di Pedesaan, sekitar 50 persen mengantungkan hidupnya disektor pertanian. Artinya, pertanian menjadi salah satu icon masyarakat Indonesia untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan Domestik.

Dalam hal ini, Negara tidak boleh lengah melihat kodisi pertanian Indonesia yang sudah mulai tidak dapat dimanfaatkan karena infasi produk-produk impor yang harganya jauh lebih murah dari pada harga pokok produk asli Indonesia. Jika itu tidak segera diatasi maka Indonesia tidak akan memiliki komoditi yang dapat diproduksi sendiri dan untuk memenuhi kebuthannya sendiri dan memnuhi kebutuhan pasar domestik. Dan akhirnya Indonesia akan menjadi Negara yang terganutng pada Negara lain sementara kekayaan alam nya tidak digunakan secara maksimal.

Mungkin kita masih ingat, pada bulan juli 2012 kenaikan harga kedelai yang merupakan komoditi yang dapat tumbuh subur di Indonesia, pada saat itu menjadi komoditi yang sulit di dapat dan harganya yang sangat mahal. Bukan hanya itu, pada bulan februari 2013 harga bawang Merah, Putih dan harga daging sapi yang juga melambung tinggi. Membuat masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah terasa tercekik dengan keadaan itu. Ketka ditelisik ternyata terjadi penimbunan komoditi tersebut di pelabuhan-pelabuhan yang tidak disebarkan ke pasar.

Melihat kondisi tersebut, lahan pertanian yang semakin sempit karena alih fungsi lahan pemerintah tidak boleh tinggal diam, harus segera mengambil tindakan untuk mencegahnya karena akan membahayakan kelangsungan sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah juga harus membuat pemetaan terhadap komoditi-komoditi yang menghidupi rakyat banyak. Misalkan, penanaman komoditi unggulan  padi, kedelai, bawang, cabai dan jagung. Hal tersebut harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kekurangan stok pangan dikemudian hari.

Sehingga pemerintah tidak hanya menggunakan solusi yang instan yaitu impor dari Negara-negara lain yang juga kita ketahui bersama kualitas nya yang sangat diragukan. Impor komoditi yang ada pada saat bukan memberikan kebaikan pada rakyat Indonesia terutama para petani Indonesia. Malah sebaliknya, kebijakan tersebut justru membuat mereka semakin merana. Karena produk impor selalu merajai sentra-sentra penjualan di pasar.

Oleh sebab itu, pemerintah dalam mengambil kebijakna mengani pertanian agar mengutaman kepentingan rakyatnya. Buka mengutamakan kepentingan segelintir orang untuk meraih keuntungan.  Dan sudah saatnya kebijakan pemerintah “Memberdayakan Petani bukan Malah Memperdaya Petani”. 

sumber : http://politik.kompasiana.com/2013/04/17/pertanian-dan-kebijakan-pemerintah-552175.html

 

Selasa, 14 Oktober 2014

Kearifan lokal, singkong sebagai alternatif pangan


KEARIFAN LOKAL, SINGKONG SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN

Penulis : Qomaruzaman

09 September 2014 

ketela pohon
 
          Artikel ini menjelaskan tentang Kearifan lokal di Indonesia  menajdi sumber   inspirasi dan gerakan. Kampung Cirendeui yang  mengandalkan singkong sebagai bahan pokok telah membuktikan kebijakan yang berbasis kearifan lokal akan memperkuat sistem kemandirian pangan. Sayang  belum ada pemimpin yang  fokus pada kearifan-kearifan lokal. Bagaimana kehidupan masyarakat tanpa nasi? Bagaimana nasib kampung adat ini yang hidup dengan makanan pokok rasi (berang singkong)?

          Masyarakat Indonesia pada umumnya mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Namun warga di kampung Cirendeu, Cimahi, Jawa Barat tetap bertahan pada singkong sebagai makanan pokok. Selain berpegang pada adat leluhur, warga setempat percaya dengan mengkonsumsi singkong disamping sehat dan ekonomis ketimbang makan beras. Inilah kampung Cirendeu yang berlokasi di Kelurahan Leuwi Gajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Jawa Barat. Sepintas tidak ada yang membedakan antara rumah rumah warga kampung Cirendeu dengan perkampungan lainnya.
Dengan diapit bukit dan diselimuti hawa yang sejuk, kampung Cirendeu memiliki 50 kepala keluarga, atau dihuni sekitar 300 warga.

           Tradisi yang dilakukan warga ini sudah bertahan sejak tahun 1924 hingga sekarang. Seperti halnya yang dilakukan keluarga Wendi ini. Setiap hari secara rutin mencari singkong yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Meski demikian sesuai dengan perkembangan zaman warga kampung Cirendeu kini sudah bisa mengolah singkong dengan beraneka ragam bentuk. Salah satunya masyarakat setempat telah mengolah singkong menjadi tepung nasi atau bahan utama untuk dijadikan nasi singkong.
Proses untuk dijadikan nasipun tidaklah sulit. Karena hanya membutuhkan waktu paling lama 20 menit hidangan nasi singkong sudah siap disajikan.
Seperti masyarakat pada umumnya, warga setempat tetap memberikan hidangan sayur atau lauk pauk lainnya untuk melengkapi menikmati nasi singkong.
Masyarakat tidak bisa melepaskan singkong sebagai bahan makanan utama karena sudah menjadi tradisi dan warisan leluhur adat. Sementara warga lainnya menilai, mengkonsumsi singkong dinilai lebih hemat dan ekonomis juga bisa menjaga kesehatan.
           Tidak hanya dijadikan nasi, masyarakat setempat kini bisa mengolah singkong menjadi makanan pelengkap lainnya seperti kue. Bahkan dari hasil olahan masyarakat olahan setempat, kampung Cirendeu pernah dinobatkan sebagai salah satu daerah dengan predikat ketahanan pangan terbaik di Jawa Barat.***
Pahlawan Pangan. Hal istimewa dari kampung ini yaitu di mulut jalan Desa Cireundeu, terdapat tulisan Hanacaraka “Wilujeng Sumping Di Kampung Cireundeu” dengan arti selamat datang untuk para tamu di daerah Kampung Cireundeu.
Kampung Cireundeu sendiri tidak memposisikan desanya sebagai Objek Daya Tarik Wisata, tetapi lebih fokus pada desa yang masih memelihara tradisi lama yang telah mengakar yang diwariskan oleh tetua adat dulu. Masyarakat Kampung Cireundeu beranggapan bahwa sekecil apapun filosopi kehidupan yang diwariskan oleh nenek moyang mereka wajib untuk dipertahankan.  Ada dua hal menarik yang masih dipertahankan oleh Warga Adat Kampung Cireundeu yaitu bahan makan pokok dan tradisi 1 Sura.
Menurut  Data Pariwisata dan Budaya (2010), masyarakat adat Kampung Cireundeu berpedoman pada prinsip hidup yang mereka anut yaitu: “Teu Nyawah Asal Boga Pare, Teu Boga Pare Asal Boga Beas, Teu Boga Beas Asal Bisa Nyangu, Teu Nyangu Asal Dahar, Teu Dahar Asal Kuat” yang maksudnya adalah tidak punya sawah asal punya beras, tidak punya beras asal dapat menanak nasi, tidak punya nasi asal makan, tidak makan asal kuat.
Dengan maksud lain agar manusia sebagai ciptaan Tuhan untuk tidak ketergantungan pada salah satu makanan pokok saja, misalnya sebagai bahan makanan pokok negara Indonesia yaitu beras, namun pandangan masyarakat Kampung Adat Cireundeu memiliki alternatif dalam bahan makanan pokok yaitu ketela atau singkong.
Beralihnya makanan pokok masyarakat adat Kampung Cireundeu dari nasi beras menjadi nasi singkong di mulai kurang lebih tahun 1918, yaitu di pelopori oleh Ibu Omah Asnamah, Putra Bapak Haji Ali yang kemudian diikuti oleh saudara-saudaranya di kampung Cireundeu. Ibu Omah Asnamah mulai mengembangkan makanan pokok non beras ini, berkat kepeloporannya tersebut Pemerintahan melalui Wedana Cimahi memberikan suatu penghargaan sebagai “Pahlawan Pangan”, tepat nya pada tahun 1964.
Sebagian besar masyarakatnya menganut dan memegang teguh kepercayaan yang disebut Sunda Wiwitan. Ajaran Sunda Wiwitan ini pertama kali dibawa oleh Pangeran Madrais dari Cigugur, Kuningan pada tahun 1918. Salah satu upacara terbesar oleh masyarakat Kampung Adat Cierundeu yaitu 1 Sura.



Legenda Ketela Menjadi Makanan Pokok
           Awal kebiasaan mengkonsumsi ketela sebagai bahan pokok telah menjadi turun temurun. Para leluhur masyarakat Cireundeu pernah berpesan agar mereka menanam ketela menggantikan padi. Berawal sekitar tahun 1918 ketika sawah-sawah yang ditanami padi mengering dan menyebabkan fuso. Untuk mengatasi masalah ini para leluhur Kampung Adat Cireundeu menyarankan untuk menanam ketela sebagai pengganti padi. Karena ketela dapat ditanam pada saat musim kering maupun musim penghujan.
Masyarakat mulai mengkonsumsi ketela dari tahun 1924 hingga saat ini. Selain itu manfaat lainnya warga Kampung Adat Cireundeu tidak terpengaruh oleh harga bahan pokok yang melambung tinggi. Ketahanan pangan masyarakat Cireundeu telah membuktikan karena pada masa pemerintahaan Orde Baru yang menjadikan beras sebagai bahan pokok yang sangat terkenal sehingga masyarakat yang asalnya mengkonsumsi umbi-umbian beralih menjadi mengkonsumsi beras.
Warga masyarakat Cireundeu biasa memaksimalkan tanaman ketela. Mereka dapat mengolahnya menjadi aci atau sagu dengan cara digiling kemudian diendapkan setelah itu disaring. Produk kedua setelah sagu yaitu ampasnya yang kemudian di jemur dan setelah kering menjadi beras nasi, mereka menyebutnya dengan sebutan rasi atau angeun dalam bahasa Sunda. Itulah yang mereka makan untuk sehari-hari.
Akses jalan menuju Kampung Adat Cirendeu dapat di tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari alun-alun Kota Cimahi, sedangkan dari alun-alun Bandung bisa menghabiskan waktu tempuh 2 jam.
Berikut ini angkutan umum yang dapat digunakan dari alun-alun Kota Cimahi, yaitu:
  1. Naik angkutan umum jurusan Cimahi-Leuwi Panjang atau Cimahi-Stasiun Hall, kemudian turun di bawah jembatan Cimindi atau pertigaan Cibeureum.
  2. Lanjut dengan naik angkutan warna hijau-kuning dengan jurusan Cimindi-Cipatik turun di bunderan Leuwigajah.
  3. Kemudian naik angkutan berwarna biru langit dengan jurusan Cimahi-Leuwigajah-Cangkorah turun di pertigaan ke arah Cireundeu.
  4. Terakhir, naik angkutan motor (ojeg) hingga pintu gerbang Kampung Adat Cireundeu.
Sedangkan dari arah Bandung dapat menggunakan angkutan umum Stasiun Hall-Cimahi, turun di pertigaan Cibeureum dan naik angkutan yang serupa seperti di atas.
Memelihara Kampung Singkong
Kampung singkong sudah menjadi magnet perhatian dunia tentang sistem pertahanan pangan tanpa mengandalkan padi. Sayangnya, pemerintah malah sempat bersikap tidak bersahabat dengan khazanah kearifan lokal ini.
Pemerintah setempat justru menempatkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah di dekat kawasan kampung adat ini. Langkah pemerintah  telah menimbulkan masalah serius  bagi keindahan dan kelayakan keistimewan kampong adat.

http://www.tempokini.com/2014/06/kearifan-lokal-singkong-sebagai-alternatif-pangan/